MARI MENGENAL SAHAM (2) Oleh: Safir Senduk

MARI MENGENAL SAHAM (2)
Oleh: Safir Senduk 


Dikutip dari Tabloid NOVA No. 665/XIII

Dalam prakteknya, tiap hari ada banyak orang menjual atau 
membeli saham. Namun transaksi jual beli ini tidak bisa di 
sembarang tempat. Peraturan mengharuskan, penjualan dan 
pembelian saham harus dilakukan di sebuah tempat khusus yang 
disebut bursa. Bursa kurang lebih sama artinya dengan pasar, yaitu 
tempat bertemunya penjual dan pembeli. 

Bursa ini disebut bursa saham, atau di Indonesia lebih dikenal 
dengan nama bursa efek (dalam Kamus Bahasa Indonesia, efek 
adalah surat berharga). Kenapa dinamakan bursa efek? Ini karena 
dalam bursa ini kita tidak hanya bisa menjual atau membeli saham, 
tapi juga surat berharga lain selain saham (kita akan bahas di lain 
waktu). 

Di Indonesia, Bursa Efek ini dipusatkan di Jakarta, dan bertempat di 
gedung yang dinamakan Gedung BEJ (Bursa Efek Jakarta). Gedung 
itulah yang dibom pada beberapa bulan yang lalu. Peledakan itu 
sendiri tidak mengenai lokasi bursa, tapi tempat parkirnya. Gedung 
Bursa Efek Jakarta sendiri juga memiliki banyak sekali ruang kantor 
yang disewakan, jadi tidak hanya terdapat bursa. 

Orang-orang yang memperjualbelikan saham ini disebut investor 
(pemodal). Apakah seorang investor yang ingin membeli atau 
menjual saham harus datang langsung ke Bursa Efek untuk bisa 
bertransaksi? Tidak. Dalam prakteknya, investor cukup 
menggunakan jasa perantara yang disebut dengan pialang. Di BEJ 
ada banyak perusahaan jasa pialang yang beroperasi. Mereka 
menjadi anggota BEJ. 

Keuntungan memakai jasa pialang adalah di mana pun Anda berada 
di seluruh Indonesia, Anda tetap bisa menelepon Perusahaan 
Pialang Anda dan memberikan order jual atau beli, sehingga pialang 
Anda yang melakukan transaksi jual beli itu untuk Anda. Anda 
sendiri sebagai investor tidak perlu tahu dari investor mana Anda 
membeli saham Anda. Begitu pulakepada investor mana Anda 
menjual saham Anda. Ini karena investor harus menggunakan jasa 
pialang, dan antarpialang-lah yang saling bertemu. 

MEMANFAATKAN JASA PIALANG

Berapa jumlah transaksi minimal dalam membeli saham? Beberapa 
perusahaan pialang mengharuskanAnda membeli saham dengan 
jumlah minimal tertentu. Bila Anda ingin membeli di bawah jumlah 
minimal tersebut, maka pialang tidak akan menjalankan order 
transaksi Anda. 

Karena itulah, untuk memudahkantransaksi pembelian dengan 
jumlah minimal tersebut, BEJ memberlakukan jumlah minimal 
tertentu yang dinamakan lot. Satu lot sama dengan 500 lembar 
saham. Khusus untuk saham-saham perbankan, satu lot sama 
dengan 100 lembar saham.

 Jadi Anda bisa hitung sendiri, bila saham yang Anda incar berharga misalnya Rp 2.000, maka ini 
berarti Anda harus bertransaksi minimal sebesar Rp 10 juta. Kalau 
saham itu adalah saham-saham perbankan, maka transaksi 
minimalnya Rp 2 juta.

Sekali lagi, tidak semua perusahaan pialang mengharuskan Anda 
membeli dengan jumlah minimal satu lot. Ada juga yang memberi 
pengecualian, bisa membeli di bawah jumlah tersebut. Ini dikenal 
dengan istilah odd lot. 

Anda bisa membeli saham dengan datang ke sebuah perusahaan 
pialang. Perusahaan ini biasa disebut "perusahaan perantara 
pedagang efek". Di halaman kuningBuku Petunjuk Telepon (yellow 
pages), Anda bisa mencari perusahaan seperti ini di bagian kata 
broker. Ada banyak sekali broker yang jadi anggota Bursa Efek 
Jakarta pada saat ini. Jadi pastikan Anda memilih broker seteliti 
mungkin. 

Apa yang harus Anda lakukan bilaingin membeli saham? Biasanya 
adalah dengan membuka rekening di perusahaan pialang tersebut 
dan memasukkan uang senilai jumlah tertentu. Uang itulah nanti 
yang akan digunakan oleh pialang Anda untuk bertransaksi saham. 
Jadi bukan beli saham dulu baru uangnya Anda kasih belakangan. 

DIGOLONGKAN TINGKAT RISIKONYA

Perlu diketahui bahwa dengan membeli saham, ini berarti Anda 
membeli kepemilikan dari sebuah perusahaan. Bedanya dengan 
memiliki perusahaan sendiri, Anda dalam hal ini membeli 
kepemilikan usaha yang sudah berjalan. 

Anda tidak perlu repotrepot mendirikan usaha baru dalam bentuk PT, 
misalnya, karena Anda tinggal membeli PT yang sudah berjalan dan beroperasi. 

Mungkin Anda bertanya, dari mana saya tahu perusahaan yang 
sudah berjalan tersebut mengalami untung atau rugi? Jawabannya: 
dari Laporan Keuangan yang diterbitkan secara rutin oleh 
perusahaan tersebut. Dan laporan keuangan tersebut haruslah 
sudah diperiksa oleh seorang akuntan independen yang berizin. 

Seperti telah disinggung, investasi dalam saham juga berisiko. 
Saham yang Anda beli bisa menurun. Inilah yang membuat tidak 
semua orang mau berinvestasi ke dalam saham.

Kita sering mendengar ada orang yang mengalami kerugian jutaan rupiah, tapi 
ada juga orang yang mengalami keuntungan jutaan rupiah juga. 
Dan itu membuat tidak semua orang mau berinvestasi ke dalam 
saham. 

Jadi sebetulnya, risiko dalam membeli saham di BEJ sama saja 
dengan risiko kalau Anda mendirikan usaha baru, yaitu bahwa Anda 
memiliki kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, sama 
besarnya dengan kemungkinan mengalami kerugian. 

Meski begitu, jangan takut, karena saham di BEJ sudah digolonggolongkan berdasar tingkat risikonya. Mulai dari saham-saham yang risiko ruginya memang kecil tapi keuntungannya juga kecil, sampai 
saham-saham yang risiko ruginya besar tetapi kemungkinan 
untungnya juga besar. 

Tanyakan kepada bagian riset/analis di 
perusahaan pialang Anda tentang saham-saham mana saja yang 
tergolong ke dalam penggolongan-penggolongan tersebut. Oh ya, 
tidak semua perusahaan pialang memiliki bagian riset/analis.

 Jadi pastikan perusahaan pialang Anda memiliki bagian tersebut. 
Sekali lagi: risiko investasi saham sebetulnya sama saja dengan 
kalau Anda mendirikan usaha baru, yaitu bahwa Anda memiliki 
kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan, sama besarnya 
dengan kemungkinan mengalami kerugian. 

Tak kenal maka tak sayang: kalau Anda tidak mengetahui risiko apa 
yang Anda hadapi, maka Anda pasti tidak akan berani melakukan 
investasi ke dalam saham. Maksud dari tulisan ini adalah agar Anda 
mengenal investasi saham, sehingga dengan demikian Anda bisa 
menjadikan saham sebagai alternatif investasi Anda. 

Cara Menulis Artikel Google Friendly 468x60 

 
Study Case 120 Juta Lebih Dari Affiliate Lokal 486x60 


  Passive Income Dari Bisnis Kursus Online 468x60 


  ASIN2YT 468x60 


  Si Tukang Tidur Main Adsense 468x60 

 

Seni Menjadi Pedagang Online 468x60 

  Strategi Traffic Web 250 x 250 


  Study Case 120 Juta Lebih Dari Affiliate Lokal 486x60 


  Tukang Tidur Main Youtube 468x60


  Ahli Negosiasi 468x60 


  Belajar Iklan Di Facebook 468x60

  Dapet Duit Dari Twitter 486x60

  Template Presentasi Skripsi Powerpoint

  Dewa VCC 468x60

  Ebook Agen Tiket Pesawat 486x60

  GoBlog Theme v.2.0 468x60

  Menghipnotis Itu Mudah 468x60

  Nube Warrior Affiliate Amazon Video Course Series 468x60

  Paket Minyak Cinta 468x60

  Profit SMS 468x60

  Tutorial Affiliate Click Bank (The Series) 468x60

  Video Monetize Ninja 468x60

  Workshop Adwords 468x60
LihatTutupKomentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog